Rabu, 28 November 2012

Resensi novel sejuta bintang


Resensi novel sejuta bintang

Judul buku           : Anak Sejuta Bintang
Pengarang            : akmal nasery basral
Penyunting          : krisna pabichara
Tahun                   : 1 januari 2012
Jumlah halaman   : 403 halaman
Harga                   : Rp 63.000,00-
Penerbit                : expose

Sinopsis novel
Dibawah siraman cahaya bintang, bocah lelaki mengusap wajah, menyeka air mata seketika menggenang dipelupuk mata. Ia teringat tatapan teman teman sekelasnya, seolah serempak menghujam berbagai pertanyaan. Padahal, ia sendiri tak tahu dari mana kekalahan itu bermula. Tak ada yang salah,segala hal telah dilakukan dengan seksama. Tetapi itu belum cukup. Ia kalah justru diakhir perburuan, dipaksa nasib menerima kenyataan yang tak terbayangkan.
Dilangit, lintang waluku berkedip memamerkan cahaya yang cemerlang. Bocah itu telah menemukan perjalanan yang panjang penuh cahaya, dididik “sejuta bintang” mumpuni dalam dekapan cinta ayah ibunya.
Maka ia tak ingin tenggelam lebih lama,mesti berjuang lebih gigih, seperti harapan “sejuta bintang” yang mengitari hidupnya.
Unsur unsur intrinsik
Tema : jendela menatap dunia
Alur :
Latar :

Perwatakan :

Tokoh/penokohan : ical,raymond,

Gaya bahasa : personifikasi
Amanat : kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kekayaan dan status. Namun pola pikirlah yang benar dan tepatlah.
Kerja keras, ketekunan dan ketelitian serta keuletan hidup.
Berbakti kepada orang tua
Kesetiakawanan dalam persahabatan.

Keunggulan novel : Cerita nya menarik dan menginspirasi
                               Design sampul yang hangat dan bagus.
Kelemahan novel : Bahasanya kurang menarik dan sulit dimengerti.
                             Alur cerita yang membosankan/ datar.
                             Ceritanya susah dimengerti
                             Tokohnya terlalu banyak sehingga membingungkan.
                             Gaya bahasa yang berlebihan.

CONTOH SOAL STATISTIKA DAN PELUANG


CONTOH SOAL STATISTIKA DAN PELUANG

CONTOH STATISTIK
1. Seorang peneliti mencatat banyak bayi yang lahir selama setahun di 10 kecamatan. Hasil pencatatannya disajikan berikut.
110 118 190 167 230 180 118 118 120 200
a. Hitunglah rataan hitung (mean) data tersebut.
b. Tentukan jangkauan datanya..
Pembahasan A.  n∑ xi = 110+118+118+118+120+167+180+190+200+230 = 155,1
1o
B. R = Xmax – Xmin =  230 – 110 = 120
2. simpangan baku dari kelompok data tunggal 3,6,4,7,5 adalah
Pembahasan =
Rata rata = 3+ 6 + 4 + 7 + 5 = 25 = 5
5                                        5
 

Simpangan baku = √(3 – 5)2 + (6 – 5 )2 + (4 + 5)2 + (7 – 5)2 + (5 + 5)2
                                                                                                5
 

                           =  √4 + 1 + 1 + 4 + 0    =   √10
                                                5                      5
                     = √ 2
3. Untuk kelompok bilangan 2,3,7,7, 8,8,8,9,11
            Tentukan median dan modus ?
Pembahasan
Rata rata = 2+3+7+7+8+8+8+9+11
                                                                    
                                    9
Median = 8 , modus = 8

4.Nilai rata rata dari 11 bilangan sama dengan 13. nilai rata rata dari 13 bilangan yang lain adalah 11. dengan demikian nilai rata rata dari 24 bilangan tersebut
Pembahasan
Nilai rata rata gabungan = n1x1+ n2x2 = (11×13) + (13×11)
                                                n1+n2               11+13
                                        = 143+143 = 286 = 1111
                                                24          24          12
CONTOH SOAL PELUANG

6.Suatu kelas terdiri dari 40 siswa. 25 siswa gemar matematika, 21 siswa gemar IPA, dan 9 siswa gemar matematika dan IPA. Peluang seorang tidak gemar matematika maupun IPA adalah …

PEMBAHASAN

Semesta = 40

Yang hanya suka matematika saja = 25 – 9 = 16

Yang hanya suka IPA saja = 21 – 9 = 12

Semesta = matematika saja + IPA saja + kedua-duanya + tidak kedua+duanya

40 = 16 + 12 + 9 + tidak kedua-duanya

40 = 37 + tidak kedua-duanya

3 = tidak kedua-duanya

Jadi peluang seorang tidak gemar kedua-duanya adalah 3/40

7.Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 4 bola biru, dan 3 bola kuning. Dari dalam kotak diambil 3 bola sekaligus secara acak, peluang terambil 2 bola merah dan 1 bola biru adalah …

PEMBAHASAN

           
Cara mengambil 2 bola merah :

5C2 = \frac{5!}{(5-2)!.2!}

= \frac{3!.4.5}{3!.2!}

= \frac{4.5}{2.1}

= 4.5 = 10 cara

Cara mengambil 1 bola biru :

4C1 = \frac{4!}{(4-1)!.1!}

= \frac{3!.4}{3!.1!}

= 4 cara

Pengambilan bola sekaligus :

12C3 = \frac{12!}{(12-3)!.3!}

= \frac{9!.10.11.12}{9!.3!}

= \frac{10.11.12}{3.2.1}

= 10.11.2 = 220 cara

Peluang terambilnya 2 bola merah dan 1 bola biru :

P = \frac{_5C_2 \cdot _4C_1}{_{12}C_3}

= \frac{10.4}{220}

= 2/11

8. Dari kota A ke kota B dilayani oleh 4 bus dan dari B ke C oleh 3 bus. Seseorang berangkat dari kota A ke kota C melalui B kemudian kembali lagi ke A juga melalui B. Jika saat kembali dari C ke A, ia tidak mau menggunakan bus yang sama, maka banyak cara perjalanan orang tersebut adalah …

PEMBAHASAN :

Rute pergi :

Dari A ke B : 4 bus

Dari B ke C : 3 bus

Rute pulang :

Dari C ke B : 2 bus (kasusnya sama seperti soal sebelumnya)

Dari B ke A : 3 bus (kasusnya sama seperti soal sebelumnya)

Jadi banyak caranya adalah : 4 x 3 x 2 x 3 = 72 cara
                     

9. Suatu kelas terdiri dari 40 orang. Peluang seorang siswa lulus tes matematika adalah 0,4. Peluang seorang siswa lulus fisika adalah 0,2. Banyaknya siswa yang lulus tes matematika atau fisika adalah … orang.

PEMBAHASAN :

Lulus tes matemtika = 0,4 x 40 = 16

Lulus tes fisika = 0,2 x 40 = 8

Banyaknya siswa yang lulus tes matematika atau fisika adalah 16 + 8
= 24

10.Kotak I berisi 3 bola merah dan 2 bola putih, Kotak II berisi 3 bola hijau dan 5 bola biru. Dari masing – masing kotak diambil 2 bola sekaligus secara acak. Peluang terambilnya 2 bola merah dari kotak I dan 2 bola biru dari kotak II adalah …

PEMBAHASAN :

Peluang 2 bola merah pada Kotak I :

P(A) = \frac{_3C_2}{_5C_2}

    = \frac{\frac{3!}{(3-2)!.2!}}{\frac{5!}{(5-2)!.2!}}

    = \frac{\frac{2!.3}{1!.2!}}{\frac{3!.4.5}{3!.2!}}

    = \frac{3}{10}

Peluang 2 bola biru pada Kotak I :

P(A) = \frac{_5C_2}{_8C_2}

    = \frac{\frac{5!}{(5-2)!.2!}}{\frac{8!}{(8-2)!.2!}}

    = \frac{\frac{3!.4.5}{3!.2!}}{\frac{6!.7.8}{6!.2!}}

    = \frac{10}{28}










Makna Tahun Baru Hijriah bagi Seorang Muslim



Jangan Sambut Tahun Baru Hijriyah dengan yang Tidak Islami

Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.
1291515632289699885
Pesta kembang api Tahun Baru Hijriah yang tidak Islami
Sejauh yang kita tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru Hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.
Amalan Keliru dalam Menyambut Tahun Hijriyah
Beberapa amalan atau perbuatan yang keliru atau tidak pernah dicontohkan atau tidak ada haidstnya yang kuat dari Rasulullah SAW, yaitu:
Pertama: Do’a awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.
1291514122235785093
Mesjid Agung di Brunei Darussalam
Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Kedua: Puasa awal dan akhir tahun
Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.
مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الحِجَّةِ ، وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ المُحَرَّمِ فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ المَاضِيَةَ بِصَوْمٍ ، وَافْتَتَحَ السَّنَةُ المُسْتَقْبِلَةُ بِصَوْمٍ ، جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةٌ خَمْسِيْنَ سَنَةً
“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta’ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”
Penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: (1).Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (181)  mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya -Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. (2). Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu’ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini, dan (3) Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.
Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.
Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah dengan Pesta
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”
Menyambut tahun baru Hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
12915144961173823978
Mesjid Agung Patrajaya Kuala Lumpur Malaysia
Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.
Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”
Semangat Hijrah adalah Semangat Perubahan
Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Sebenarnya  kejadian hijrah Rasulullah tersebut terjadi pada malam tanggal 27 Shafar dan sampai di Yastrib (Madinah) pada tanggal 12 Rabiul awal. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan Hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qamariyah yang oleh Umar bin Khattab, yang ketika itu beliau sebagai khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dijadikan titik awal mula kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijriah.
Memang kita bisa merasakan bedanya peristiwa penyambutan tahun baru Masehidan tahun baru Islam (Hijriah). Tahun baru Islam disambut biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh  kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu.
Dalam bahasa Arab, hijrah bisa diartikan sebagai pindah atau migrasi. Tafsiran hijrah disini diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagi hari besar Islam. Memang, sejak hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib, sebuah kota subur, terletak 400 kilometer dari Makkah, Islam lebih memfokuskan pada pembentukan masyarakat muslim yang tidak kampungan dibawah pimpinan Rasulullah.
Jadi inti dari peringatan tahun baru Hijriah adalah pada soal perubahan, maka ada baiknya momen pergantian tahun ini kita jadikan sebagai saat saat untuk merubah menjadi lebih baik. Itulah fungsi peringatan tahun baru Islam.
Ada 3 pesan perubahan dalam menyambut Tahun Baru Hijriah ini, yaitu:
1. Hindari kebiasaan-kebiasaan lama / hal-hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini.
2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah SWT, seperti membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, suka sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll.
3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya.
Hijrah Spiritual dan Hijrah Amaliah
Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti jijrahnya Rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama, namun kita wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan, dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah, perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi, dengan kerja keras dan tawakal.
12915148341609141604
Memakai jilbab dan tutup aurat salah satu hijrah Spiritual dan amaliah
Pendek kata niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam dibumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut  dari umat Islam itu sendiri.
Semoga dalam memasuki Tahun Baru Hijria 1432  Hijriyah ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang, sehingga predikat yang buruk yang selama ini dialamatkan kepada umat Islam akan hilang dengan sendirinya, dan pada gilirannya kita diakui sebagai  umat yang terbaik, baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji.
Kesimpulan:
1. Sebagai Muslim yamg taat dengan ajaran agama Islam, hendaklah kita menyambut tahun baru hijriah ini dengan berbuat dan memperbaiki amalan-amalan kita ditahun lalu.
2. Hendaklah menyambut tahun baru ini dengan tidak melakukan sesuatu seperti yang dilakukan non muslim merayakan tahun baru Masehi janganlah melakukan berbagai kegiatan atau “ibadah” yang tidak dicontohkan oleh Rasulullh SAW.
3. Hidup kita semakin hari semakin berkurang, bukannya bertambah, maka selayaknya kita yang taat pada Allah, mempergunakan kesempatan hidup didunia ini dengan sebaik mungkin. Karena ajal manusia merupakan rahasia Allah, dan jarum jam tidak akan pernah berbalik arah, sudah sepantasnya kita memperbaiki diri kita masing-masing.
Selamat Tahun Baru Hijriah
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka” (Al Hadist).
Amin